White Noise untuk Bayi: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Menggunakannya Menurut AAP

Orang tua telah lama menggunakan white noise atau suara latar dengan frekuensi yang stabil sebagai alat bantu tidur bagi bayi. Namun, banyak orang tua yang khawatir tentang efek sampingnya, terutama terkait kesehatan pendengaran bayi. Apakah white noise benar-benar aman? Bagaimana cara menggunakannya dengan benar? Berikut adalah panduan lengkapnya!

Apakah White Noise Aman untuk Bayi?

Kekhawatiran terbesar orang tua adalah apakah white noise bisa merusak pendengaran bayi. American Academy of Pediatrics (AAP) melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa perangkat white noise memang bisa menghasilkan suara di atas 50 desibel, yang dapat berisiko jika orang tua menggunakan perangkat tersebut terlalu dekat dengan bayi dan dalam jangka waktu lama.

Namun, jika orang tua menggunakan white noise sesuai pedoman keselamatan, white noise tetap aman dan bahkan memberikan manfaat dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak. Kuncinya adalah memastikan volume tidak terlalu keras dan orang tua menempatkan perangkat pada jarak yang aman.

Manfaat White Noise untuk Tidur Bayi & Anak-Anak

White noise dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak dengan menenangkan bayi yang rewel. Suara white noise menyerupai suara yang didengar bayi saat berada dalam rahim, sehingga memberikan efek menenangkan. Selain itu, white noise membantu bayi tidur lebih cepat karena suara yang konsisten membuat bayi lebih mudah tertidur tanpa gangguan suara dari lingkungan. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko terbangun karena suara bising. White noise bisa menyamarkan suara mendadak seperti pintu tertutup atau suara kendaraan, sehingga bayi tetap bisa tidur dengan tenang.

Pedoman AAP tentang White Noise untuk Bayi

AAP telah memberikan beberapa rekomendasi penting untuk penggunaan white noise yang aman:

  • Volume di bawah 50 desibel – Gunakan perangkat yang memungkinkan pengaturan volume dan pastikan tidak terlalu keras.
  • Jarak aman minimal 200 cm – Tempatkan perangkat setidaknya dua meter dari tempat tidur bayi agar bayi tidak terkena paparan suara berlebih.
  • Penggunaan hanya saat diperlukan – White noise sebaiknya digunakan hanya untuk membantu bayi tidur, bukan sepanjang hari.
  • Matikan saat awake time – Agar bayi tidak terekspos selalu pada suara atau mesin tersebut.

Efek Samping Penggunaan White Noise pada Bayi

Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan white noise yang tidak tepat bisa menimbulkan beberapa efek samping. Salah satu risiko adalah ketergantungan, di mana bayi mungkin kesulitan tidur tanpa white noise jika selalu terbiasa tidur dengan suara tersebut. Jika volume terlalu keras atau digunakan terlalu lama, white noise juga dapat berisiko bagi kesehatan pendengaran bayi. Selain itu, bayi perlu mendengar suara alami dari lingkungan untuk membantu perkembangan indera pendengarannya, sehingga penggunaan white noise yang berlebihan bisa mengganggu perkembangan tersebut.

Untuk menghindari efek samping ini, penting untuk menggunakan white noise dalam batas wajar.

Menjawab Kekhawatiran Orang Tua tentang White Noise

Sebagai orang tua, wajar jika ada kekhawatiran tentang dampak white noise terhadap bayi. Namun, penelitian dan panduan dari para ahli menunjukkan bahwa selama digunakan dengan benar, white noise tetap aman dan bermanfaat bagi bayi. Berikut beberapa kekhawatiran umum dan penjelasannya:

Apakah white noise bisa menyebabkan gangguan pendengaran?

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca artikel mengenai “white noise berisiko bagi pendengaran anak-anak” hingga “menyebabkan kehilangan pendengaran”. Penelitian ini menunjukkan bahwa benar, ekspos suara bising dalam rentang waktu yang lama, berpotensi menyebabkan kehilangan pendengaran (hearing loss), yang bisa mempengaruhi perkembangan bicara dan bahasa. Kami memahami bahwa orang tua ingin melindungi pendengaran bayi mereka. Selama white noise digunakan sesuai pedoman keamanan—dengan volume di bawah 50 desibel dan ditempatkan minimal dua meter dari bayi—risiko gangguan pendengaran dapat dihindari. Belum ada laporan yang menunjukkan adanya kasus gangguan pendengaran akibat penggunaan white noise yang sesuai aturan.

Apakah white noise bisa menyebabkan speech delay?

Ketika anak secara terus menerus terekspos suara bising—baik yang bersumber dari kebisingan lingkungan, TV, dan sejenisnya— sepanjang hari—24 jam— hal ini bisa mempengaruhi perkembangan bicara dan bahasanya. Kenapa? Sederhananya, ekspos suara bising tanpa kesempatan mendapatkan ekspos dari mendengar percakapan orang dewasa lainnya, atau pun suara lainnya, tentu akan berdampak bagi perkembangan bicara dan bahasa anak.

Untuk menghindari hal ini, batasi penggunaan White Noise hanya untuk waktu tidur dan dalam batas aman, dan segera matikan mesin white noise selama waktu bangun (awake time). Hal ini bisa memastikan bayi tetap mendengar berbagai suara di siang hari, termasuk interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Apakah white noise bisa memengaruhi auditory processing bayi?

Orang tua mungkin merasa khawatir jika bayi menjadi terlalu terbiasa dengan white noise dan kesulitan mengenali suara lain. Banyak orang menggunakan riset ini sebagai acuan umum, yang mungkin menimbulkan kesalahpahaman. Pada penelitian tersebut, para peneliti memberikan paparan suara white noise secara terus-menerus selama 24 jam—bukan hanya waktu tidur. Namun, kami tidak melakukan hal ini. Orang tua hanya menyalakan dan menggunakan white noise untuk membantu bayi tidur, dan bayi tetap harus mendapat paparan bahasa serta suara alami dari lingkungan sekitarnya saat mereka bangun. Bayi anda akan tetap memiliki komunikasi, bukan terekspos pada suara white noise saja, sepanjang hari. Hingga kini, belum ada riset yang menunjukkan bahwa penggunaan white noise untuk tidur bisa memberikan dampak negatif bagi pemrosesan auditori.

Kapan Harus Berhenti Menggunakan White Noise?

Tidak ada aturan baku tentang kapan harus berhenti menggunakan white noise. Beberapa bayi dapat tidur tanpa white noise sejak usia beberapa bulan, sementara yang lain mungkin masih membutuhkannya hingga usia toddler. Orang tua tidak perlu terburu-buru menghentikan white noise selama penggunaannya masih membantu bayi tidur lebih nyenyak dan digunakan sesuai pedoman keamanan. Ingat bahwa white noise bahkan masih berguna untuk membantu tidur orang dewasa? Really, there’s no need to rush! 

Cara Menghentikan Penggunaan White Noise

Jika orang tua merasa bayi sudah siap untuk tidur tanpa white noise, proses penghentian bisa dilakukan secara bertahap maupun secara langsung dan menyeluruh:

  • Kurangi volume secara perlahan – Setiap beberapa hari, turunkan volume white noise sedikit demi sedikit agar bayi terbiasa dengan suara lingkungan alami.
  • Gunakan metode transisi – Jika bayi terbiasa dengan suara tertentu, coba ganti white noise dengan suara yang lebih alami seperti suara hujan atau suara ombak sebelum benar-benar menghentikannya.
  • Metode Langsung atau Cold Turkey – Pilih saja satu hari dimana anda sudah memutuskan untuk mulai memberhentikan penggunaan white noise dan perhatikan bagaimana anak anda tidur di sepanjang malam itu. Jika dirasa tidur langsung berdampak kurang baik atau anak jadi kembali terbangun-bangun, maka cobalah metode yang lebih bertahap.

Kesimpulan

White noise bisa menjadi alat bantu tidur yang efektif untuk bayi jika digunakan dengan benar. Dengan mengikuti pedoman dari AAP, orang tua dapat memanfaatkan manfaatnya tanpa perlu khawatir akan risiko terhadap pendengaran bayi. Selalu gunakan dengan bijak dan sesuaikan dengan kebutuhan bayi Anda!

Giovanie
Giovanie
Certified Baby & Toddler Sleep Consultant.